Skip to main content

Posts

Thinkin Out of Loud

When your legs don't work like they used to before And I can't sweep you off of your feet Will your mouth still remember the taste of my love Will your eyes still smile from your cheeks And darling I will be loving you 'til we're seventy And baby my heart could still fall as hard at twenty three And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways Maybe just the touch of a hand Oh me I fall in love with you every single day And I just wanna tell you I am So honey now Take me into your loving arms Kiss me under the light of a thousand stars Place your head on my beating heart I'm thinking out loud Maybe we found love right where we are When my hair's all but gone and my memory fades And the crowds don't remember my name When my hands don't play the strings the same way, mm I know you will still love me the same 'Cause honey your soul can never grow old, it's evergreen Baby your smile...

Silence

Bungkam, melesakkan rindu dendam yang kian tak terperi. Menyingkirkannya dalam ruang gelap tak terjamah. Menyiksa hatiku dan hatimu. Sampai kapan kau membisu? Menanam bibit kecewa padaku, menyirami, dan merawatnya seorang diri. Hingga kau yakin, bahwa aku bukan pilihan yang baik untukmu. Bahwa nilai merah untuk satu sikapku, cukup menjadi alasan untuk menjauhi diriku perlahan. Pelan tapi pasti membunuhku. Tak inginkah kau bertanya terlebih dahulu?

An Advice

Ketika hatimu terluka parah, hanya ada tiga aturan main: jangan mengenyahkan kepedihan itu, jangan pernah mencoba untuk mengerti, dan jangan tenggelam dalam kepedihan itu. Buatlah dirimu berserah diri seperti pohon muda yang terperangkap dalam badai. Biarkan badai itu mnghantammu. Jangan pernah menentangnya dan jangan pula membantah keberadaannya, bagaimana mungkin kita bisa menafikan angin dan hujan? Dan jangan pernah menyesalinya. -Maulana Jalaluddin Rumi

When I Read

Dunia dalam al-Qur’an itu utuh. Ada tatanan, proses, urutan, dan langkah yang logis. Kitab itu adalah antitesis dari kehidupan yang kujalani bersama orang-orang di sekitarku, obat penawar bagi tiap kejadian buruk yang kualami dalam hidupku. Selalu ada tempat mendarat yang aman, bahkan ketika aku keliru. Jika aku tergagap membaca suatu kalimat, aku bisa langsung mundur ke kalimat sebelumnya. Di Al-Qur’an, aku selalu bisa kembali ke bagian yang sudah kuketahui, dan aku selalu boleh kembali ke bagian yang aku sukai.

BLIND

Aku mengerti mengapa Islam begitu menarik bagi orang yang baru mengenalnya. Berbeda dengan kau yang dilahirkan dalam Islam. Kau tidak diminta untuk memilih ini dan itu. Barangkali masalahnya adalah hidup yang satunya harus diapakan setelah kita memilih hidup yang ini. Kau menganggap orang non-muslim sebagai hedonis. Kau menganggap mereka tak beretika dan egois. Itu karena begitu lebih mudah daripada kau harus mendamaikan semuanya. Dan kau berusaha menjadi orang baik di hidupmu yang baru. Kau berusaha menjadi muslim yang sangat baik. Tapi ketika kau bertemu laki-laki yang mengatakan bahwa penafsiran yang jauh lebih liberal itu mungkin dilakukan, sesekali melanggar, berduaan dengan seorang gadis, kemudian bertaubat misalnya. Kaulah gadis itu. Lalu kau mengompromikan segala yang kau yakini agar bisa berada bersamanya di sini. Dan ironisnya, meskipun keadaan terasa jauh lebih tak pasti dalam banyak hal jika dibandingkan dengan ketika kehidupanmu adalah eksistensi tak bernama yang d...

FAILED!!!

Rasanya seperti ketika kamu amat sangat ingin buang air besar, tapi kamu harus mengantri berjam-jam bahkan seharian untuk bisa masuk WC. Hingga giliranmu masuk, perutmu sudah sangat tidak kuat menampung tumpukan kotoran itu. Kamu masih harus berjuang tergopoh-gopoh untuk bisa masuk WC, tapi tiba-tiba langit runtuh. Kiamat! Shittt!!!

Cicak di Dindingmu

Nada dan puisi datang dan pergi menghampirimu Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati Kadang benda mati yang memenangkan tempat di sisimu Atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu Ku berserah dalam ketakberdayaan Berbahagia dengan satu impian Dan satu kejujuranku Ku ingin jadi cicak di dindingmu Cicak di dindingmu Hanya suara dan tatapku menemanimu Dan ku menyadari tanganku Tak kan mampu meraihmu Walau ku tahu tanganmu tak kan lelah memberi Tidurlah, tidur, buih ombakku Percikmu abadi menyegarkanku Namun biarlah kini... Kuingin jadi cicak Seperti cicak di dindingmu Cicak di dindingmu Melekat, menemani, membelai dinding jiwamu... ...(cicak, cicak di dinding)... _Dee_

PALSU

Untuk Ibu, terima kasih selalu mengajarkanku kejujuran. Aku baru tau bahwa bagi sebagian orang, jujur itu benar-benar ammmat sanggggat sullllit dilakukan! *Mengapa kamu berbohong padaku?

AAAAAAAAAa

Dear God, aku ingin teriak sekencang-kencangnya!

Serpihan Kaca

Ingin mengungkapkan banyak hal, untuk kenangan, untuk orang-orang di masa lalu, dan untuk orang-orang terdekat saya dari dulu hingga sekarang. Memori itu seperti pecahan kaca. Bisa dibuang, bisa didaur ulang, dan bisa diambil kembali untuk disimpan. Ego saya memperlakukannya dengan baik sekali. Yang menurut saya buruk dan tidak perlu diingat-ingat, saya buang dan jauhkan. Lalu hanya yang baik-baik yang sekiranya jika diingat menyenangkan yang akan saya bawa hingga masa depan. Ya, oportunis sekali memang. Itulah sebabnya saya tak pernah mengingat orang-orang yang pernah mengisi masa lalu saya dengan buruk. Karena saya tak mau. Saya selalu ingin melupakan yang buruk-buruk 200%, dan mengingat yang baik-baik 100%. Minggu kemarin, semua pecahan kaca yang telah saya buang itu seolah bergerak sendiri menghantam kepala hingga membuat saya pusing berat berhari-hari. Mereka seperti monster Saat dimana seharusnya saya menikmati liburan di rumah dengan tenang, bahagia dan nyaman justru men...