Skip to main content

Posts

NIGHTMARE

                                                                                                               Hm, sepertinya masih terlalu berat untuk menyebut “kita”. Masih sangat banyak hal-hal yang menjadikan saya tetap saya bersama orang-orang di sekitar saya dan kamu tetap kamu bersama orang-orang di sekitarmu. Dan hanya sedikit hal yang telah membuat saya dan kamu menjadi kita, setidaknya sedikit dibandingkan hal-hal yang tetap menjadikan saya dan kamu.                                                                     ...

Jealosy With Me?

                "Cemburu adalah perahu Nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam. Lalu naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan yakni perasaan tak berdaya—ingin mengalahkan; rencana-rencana jahat--penyesalan; kesedihan--gengsi; kemarahan--keputusasaan; ketidakadilan--mengasihani diri.'' (Andrea Hirata - Laskar Pelangi)                                                                                              ...

Senja di Sisimu

”Saya bahagia... Bahkan untuk sekedar duduk di sisimu begini Meski kamu tak tahu gejolak seperti apa di hatiku Saya tak pernah menyesal Karena telah mencintaimu sedemikian dalam” “Saya bahagia... Ingin sekali menghentikan waktu dan memutar detik ini berulang kali Bercerita banyak hal bersamamu Karena saya tahu, kamu tak pernah pergi jauh Karena saya sebenarnya tahu dalamnya kamu memupuk cinta itu” Perasaanku: Parangtritis, suatu senja di bulan Juni

FORUM LINGKAR PENA: ANTARA SASTRA RELIGIUS DAN SASTRA RENDAH

FORUM LINGKAR PENA: ANTARA SASTRA RELIGIUS DAN SASTRA RENDAH Pada dekade terakhir ini Indonesia khususnya dunia tulis-menulis diramaikan oleh munculnya penulis muda berusia 30 tahun ke bawah serta maraknya kantong-kantong sastra di Jakarta dan banyak kota besar lainnya. Diawali dengan tumbuhnya komunitas berskala nasional seperti Forum Lingkar Pena (FLP) dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI), lalu didukung juga kelompok diskusi kepenulisan lokal nyaris di seluruh pelosok republik. Apalagi di zaman bertahtanya jejaring sosial sekarang. Facebook dan Twitter telah melipatgandakan pertumbuhan jumlah penulis baru. Ruang publikasi yang selama ini terbatas hanya seminggu sekali di media massa cetak kini meluas dengan adanya blog dan jejaring sosial.

KANGEN

Telah kutuliskan puisi-puisi itu sejak usiamu 26 tahun ketika pertama kali kita bertukar senyum pada jarak pandang yang begitu dekat Kau ingat,

AKU RAPOPO

( dari Tere Liye, dicopas dengan penuh penjiwaan) Terimakasih sudah menyakitiku Apapun yang tidak mampu menumbangkan Justeru akan membuatku berdiri semakin tegak Terimakasih sudah melupakanku Apapun yang tidak mampu menghapus Justeru akan membuatku semakin diingat

Yauda Siiiiiiiiiiiih!!!

Rasanya ingin sekali teriak keras-keras mengatakan: “YAUDA SIIIHHH!!!” pada hatiku agar tak lagi mempermasalahkan hal kemarin. Hanya perkara sepele sebenarnya, sepele tapi menusuk. Mungkin yang mengatakan itu berniatan baik, supaya aku sadar dan realistis. Jujur saja, perkataan itu mengusik rasa percaya diri yang kumiliki selama ini. Sekali lagi, marilah Sofi, husnudzon... dia hanya ingin kamu leeebih sadar.             Seandainya yang membaca blog ini adalah dia, atau suatu saat nanti dia membaca blog ini,

Ibunda

KALAU ibunda membelai rambutmu Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau, Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi Kerinduan hatimu adalah

Di Balik Fenomena Trend Novel Sejarah

Sejak beberapa tahun belakangan ini dunia sastra kita sedang kebanjiran sastra sejarah, khususnya novel . Sampai-sampai helatan sastra genre ini secara khusus digelar secara akbar : Borobudor Writers & Cultural Festival di Magelang tanggal 17-20 Oktober kemarin. Sebenarnya m enulis cerita rekaan atau fiksi yang gagasan dasarnya diambil dari catatan sejarah bukanlah barang baru di negeri ini . I tu bisa ditelisik dalam hampir

Sastra Islam di Indonesia

Sastra Islam sebenarnya sudah sejak lama ada di Indonesia. Dahulu, sastra Islam digunakan sebagai media dakwah para walisongo dalam menyebarkan agama Islam. Pada abad ke-17 muncul tokoh-tokoh seperti Nuruddin Arraniri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, dan lain-lain yang juga menyebarkan agama Islam melalui karya sastra. Kemudian setelah berdirinya Balai Pustaka yang juga merupakan tonggak awal sastra Indonesia , sudah banyak penulis yang membawa aliran ‘sastra Islam’ seperti Hamka. Setelah itu,